Sebuah Cita
Namaku Siti Nurfaiza, biasanya dipanggil Faiz. Aku salah seorang murid sekolah swasta di Malang. SMK Cendika Bangsa namanya dan aku mengambil jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran disana.
Aku anak pertama dari sebuah keluarga sederhana. Awalnya, aku pesimis bisa gak ya aku melanjutkan sekolah lagi? Sengguh itu pemikiran klasik yang selalu terngiang dikepalaku. Tapi, pemikiran itu terhapuskan oleh semangat kerja dari Bapak Ibuku agar aku bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Ucapan Ibu yang selalu kuingat yaitu “Kalian itu harus tetap sekolah. Untuk biaya itu urusan Ibu sama Bapak, sekarang yang paling penting adalah masa depan kalian, fokus belajarnya jangan sampai hidup kalian seperti Ibu dan Bapak,” ucapnya padaku dan Adikku.
“Kak, kenapa sih kita harus sekolah padahalkan enak-kan main daripada belajar?” tanya Adikku yang usianya terpaut 10 tahun dariku.
“Belajar itu penting, dek.”
“Tapi, banyak kok anak-anak yang gak sekolah diluar sana?” tanya-nya dengan polos. Bagaimana tidak saat itu dia masih berusia 5 tahun.
Aku hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan itu. “Kita ini jauh lebih beruntung dari mereka, karena kita masih bisa sekolah sedangkan mereka gak bisa.”
“Terus kenapa orangtua mereka gak marah kalau mereka gak sekolah?” tanya-nya lagi.
“Bukan gak dimarahin, dek, tapi orangtua mereka memang gak punya uang buat biayai anaknya sekolah,” jawabku sambil mengusap kepalanya.
Merajut impian, menepis rintangan, menggapai cita-cita. Ilmu bagaikan api yang harus dinyalakan bukan benjana yang menunggu untuk diisi
Itulah kata-kata yang selalu memotivasi diriku untuk terus mengajar mimpiku. Setiap manusia pasti mempunyai mimpi, cita-cita ataupun harapan. Harapan yang tersembunyi dalam relung hati dalam diri kita, harapan yang mendorong kita untuk melakukan suatu perubahan apa yang harus kita lakukan. Apa yang kita inginkan dan bagaimna cara mewujudkannya. Lakukan dan cari caranya hari itu juga. Jangan menunggu hari esok karena apa yang ada dipikirkan hari ini dan esok akan berbeda.
Kesuksesan itu milik siapa saja yang mau berusaha. Semua orang bisa sukses kalau kalian mau. Maka persiapkan diri kalian mulai dari sekarang, jika tidak sekarang, kapan lagi? Kenapa aku berasa jadi motivator gini ya, hehehe.
“Kak!” seruan adikku membuatku tertrik kembali pada realita. “Bantuin aku buat pr,” pintanya sambil menyodorkan bukunya kearahku.
Aku menerima buku yang dia berikan. “PR apa memang?”
“Cita-cita?”
“Cita-cita itu apa aku kan gak tau?” tanya-nya sambil cemberut.
“Cita-cita itu suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya. Ada juga yan bilang kalo cita-cita itu tujuan hidup. Dan, ada juga yan menganggap cita-cita itu hanya sebatas mimpi,” jelasku yang membuat kening adikku berkerut.
“Bingung,” ucapnya sambil terkekeh.
“Memangnya cita-cita kakak apa?”
“Mmmm, kalo kakak sih pengen banggain Ibu Bapak dan jadi orang sukses.”
“Caranya?”
“Caranya, ya kakak harus belajar yang rajin untuk cita-cita kakak. Kamu tau ngga kalo Indonesia itu kaya banget?” tanyaku yang dibalas gelengan polos olehnya. “Alam Indonesia itu kaya banget, dek. Hanya saja masyarakatnya masih terlalu minim keahlian untuk mengolahnya. Kalo kita gak ada kemajuan untuk memanfaatkan kekayaan alam ini, kapan Negara ini bisa maju? Masa iya kita harus terus menerus diperbudak Negara lain.”
“Ingat ya kamu gak boleh menganggap kalo cita-cita kamu itu hanya sebatas mimpi belaka,” ingatku.
“Memangnya kenapa?”
“Karena cita-cita adalah sebuah impian untuk diwujudkan, yang harus bisa membakar semangat kamu untuk terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dan pasti. Kalo cita-cita kamu hanya sebatas mimpi sama aja kaya lilin tanpa api, gak ada gunanya. Oke?”
“Oke siap kak!” jawabnya dengan semangat. “Kalo gitu aku pengen jadi guru!”
“Kenapa guru?”
“Biar mereka yang gak sekolah aku yang ngajar, gratis!!!” jawabnya dengan penuh semangat.
“Pinter banget sih adik kakak ini,” ucapku sambil mengacak-acak rambut pendeknya. “Kalo gitu siap belajar dengan rajin untuk cita-citanya?”
“SIAP KAK!” jawabnya lantang.
Semua orang pasti mempunyai mimpi dan cita-cita bukan? Aku, kamu, kalian dan mereka juga berhak atas mimpi yang harus diwujudkan. Mulailah bermimpi dan berharap untuk seperti apa masa depanmu nantinya. Mimpi adalah keharusan, sebab mimpi merupakan petunjuk jalan untuk kemana kita harus melangkah. Hidup, juga harus memiliki tujuan bukan? Agar semua usaha dan jerih payah kita tak sia-sia.
Hallo hai hai aku lagi belajar nulis di blog ini hehe ツ ini sebenarnya cerpen yang aku tulis karena tugas saat pertama kali masuk SMK karena tugas saat MOS hehe. Dan, cerpen ini juga udah ada di publikasikan di cerpenmu.com (cari aja kalo gak percaya judulnya Mimpiku Untuk Indonesia hehehe) ini cuma aku tulis ulang je lah karena yang dulu banyak typo dan ada banyak pengulangan. Jadi, biar gak belibet gitu ceritanya
Masuk lah koe jah best terus
BalasHapusAlhamdulillah heheh. Versi akur sama jupe
HapusGa ngerti harus piye maneh Jah.
BalasHapusMulai awal dari cerpen sampe novel, iku jan ter the best.
Semoga bisa untuk novel nya, setelah novelnya selesei. Bisa cepet di ambil oleh penerbit. Aamiin.
Asiyap makasih makasih. Do'akan sajo
HapusIs the best za☺
BalasHapus